Apr 27, 2007

Mana Janji ku..

Untuk Bunda Nasser yang kujanjikan resep pempek gepeng (^_^) ini lho cerita dibalik kesibukanku ampe janji ku padamu belum terlaksana..
Sorry banget deh belum sempet ngeblog lagi, sebab lagi ada yg super urgent utk diurusin. Bisa ditebak sendiri deh.. siapa lagi kalo bukan sang Raja Kecil. Dia lagi susah makan en doi nih agak picky eater so aku harus muter otak tuk jadi super kreatif mom untuk memberikan menghasilkan makanan yang bakal dia suka. Plus juga mesti sabar feeding him, karena saat ini dia lagi aktif-aktifnya deh. Naik turun tangga, waduh... makin trampil deh. Paling lucu kalo mo turun tangga dia sudah ambil ancang2 dengan posisi pantat duluan kira2 setengah meter di mulut tangga. Mundur-mundur sampe ahirnya dia merasakan ada bangian yg turun mulai deh dia taruh kakinya di anak tangga tersebut. So, gimana dia nggak kurus, setiap selesai makan, langsung cruising kemana dia mau.

Dua minggu yang lalu, aku bawa Rafi ke dokternya untuk one year checkup. Yang kudapatkan berat dia agak turun, beratnya nggak sampai 3X birth weight. Normalnya kan umur 1 tahun berat harus 3x berat waktu lahir. Ya udah, aku dikasih wejangan deh untuk nambahin beratnya dia.. Anehnya nih dokter bilang aku harus coba stop breastfeeding.. karena menurut dia Rafi nih get mostly satisfaction from nipple makanya dia nggak terlalu tertarik makan. Hm.. dalam hatiku it's not easy man!! terutama aku paling nggak tega liat anak nangis demi ASI. Kalo ASI, sejak 2 bulan yang lalu disaat dia mulai aktif crawling, ASI nya memang sudah agak kurang, karena setiap dia tertarik ke ASI aku selalu alihkan ke sippy cupnya. Ya kucoba memberinya homo milk dengan sippy cup daripada dengan botol. Karena umumnya breastfed baby is a lot easier to be switched into sippy cup than bottle, betul .. karena nipple confusion.

Cuma ada satu hint dari dokter yang kupikir agak unbelieveble .. dia bilang put him in the playpen (crib) to play, biarkan dia menangis, ditambah lagi dia pake ngancem "your roof will not fall just because he cries".. waks! Nah petunjuk yang satu ini aku agak pusing juga ya.. habis gimana Rafi paling nggak suka di krengkeng di playpen, jelas dia jadi ngga bisa cruising ke tempat2 yag di sukai. Akhirnya, ya nggak kulakukan petunjuk nya dia ini, walau make sense juga sih biar anak nggak habis energinya..

Apa hasilnya setelah , pelan2 akhirnya dia jadi suka fruit yogurt walau awalnya dia nggak suka sama sekali (karena asam ya). Dia paling suka nasi putih dan mie goreng. Nah ini dia aku harus campur makan bergizi lainnya di antara makanan2 favoritnya itu. Untungnya dia masih mau makan rice krispies cereal dan toast tiap pagi. Awalnya dia suka olesan tipis butter ditoastnya, lama2 dia suka juga peanut butter. Mudah2an nanti dia mau fruit jam deh, ya dia nih agak2 nggak suka yg asam-asam. Ya mesti sabar deh ya 'Bu!

Ini tugas dokter untuk menaikkan berat badannya memang berat, karena aku disuruh follow up dalam 3 minggu.. makanya aku agak2 stress juga mikirin gimana supaya ada gaining gitu lho.. plus juga akhirnya ya biar dia doyan makan juga. Ya Ibu mana coba yang mau anaknya kurus gitu lho.. Kesimpulannya, sudah seminggu ini aku sibuk memikirkan solusi buat Rafi. Kilk sana sini di google search, mencari trik-trik jitu, feeding the picky eater dan common problems in feeding the toddler. Mudah2an ada hasilnya. Oh iya, disaat panik, aku sampe kepikiran adekku desti di Jakarta. Biasa deh.. minta tolong dia untuk mengirimkan Scott emulsion dan obat sejenisnya utk menambah nafsu makan. Ya namanya juga usaha, ya nggak. Kalo misalnya Rafi tinggal di Jakarta ama neneknya, dia mungkin dah dicekok-in kali ya.. kayak aku dulu waktu kecil.. hi2.

So, Bunda Nasser mohon maaf ya, insya Allah besok aku kirimkan resepnya plus trik2 masakan2 lainnya deh.. tunggu deh postingan berikutnya.

Apr 11, 2007

Ini pempek-ku

Maksudnya sama sekali bukan mo nyaingin pempek palembang yang terkenal itu lho. Bukan juga mo nyombong karena buatnya di Calgary he2.. Nggak koq. Saya cuma mo bagi-bagi cerita aja, sebab makanan langka ini akhirnya berhasil juga kubuat. Coba lihat foto disebelah ini mirip pempek palembang 'kan? en pempek yang kubuat ini dalamnya pake telor lho. Terus kuahnya juga kubuat rasanya hampir mirip kuah pempek palembang cuma lupa nyampurin ebi. Ya penting setelah 3 tahun nggak ketemu pempek akhirnya bisa juga menikmati pempek buatan sendiri. Padahal selama di Jakarta dulu mana pernah ada niat bikin sendiri.

So, bagaimana saya sampe girang bukan kepalang?? Ceritanya berawal saat seminggu yang lalu saya bermimpi makan pempek, terus akhirnya jadi pengen pempek. Ya kalo disini mana ada yg jual, ya nggak. Mau nggak mau ya harus buat coba sendiri. Tetapi sayang niat yang begitu mulia, pertama kali seumur hidup, menghasilkan pempek yang GAGAL!! Wuah rasanya mo maki-maki deh (tapi ke siapa). Akhirnya cuma bisa sakit hati sendiri. Parahnya, karena terlalu semangatnya dengan niat itu, saat itu lumayan banyak adonan yang kubuat. Kurang lebih sepanci ukuran sedang isinya pempek gagal berbentuk bulat gepeng. Pempek gagal itu sengaja kubuat gepeng biar gampang gorengnya (biar irit minyak). Kenapa sampai gagal, intinya kurang persiapan yg matang. Pertama karena terlalu banyak air yg kucampur disaat memblender ikan mackarel (katanya = tenggiri). Setelah itu baru kuingat harusnya ikan ditimbang dulu ikan sebelum diblender ya maksudnya biar bisa ngira2 berapa sagu yg mesti dicampur tho!! Hua..hua maklum aja deh masih amatiran nih masak di dapur. Walhasil supaya campuran bisa dibentuk ya mau nggak mau sagu nya jadi bahan utama dibanding ikannya. Jadinya, bukan pempek tapi seperti siomay sagu yg kayak di SD-SD itu lho. Untung ada selai kacang yg kusulap jadi sambal kacang untuk siomay itu lho dengan ditambahkan bubuk bawang putih, sedikit gula, dan cabe ulek en kecap ke selai kacang itu .. wah jadi juga deh makan siomay. Padahal maunya makan pempek. Tapi boleh juga deh rasanya, ya bener kayak siomay sagu SD.

OK, yang penting dah nyoba buat pempek yang akhirnay berhasil, dan rencana berikutnya mo buat siomay Bandung thea. Tapi aku dah punya rencana ini bakalan siomay rebus, bukan siomay kukus he2.. karena aku nggak punya kukusan. He2.. lagi melenceng dari resep.. dasar tukang masak amatir.

Incredible April

It's just ten days of April. We had a long Easter Holiday weekend, from Friday to Monday, with nasty weather. Only got one sunny tolerable day. Remaining, just dull days with rain and everlasting snow. For kids, they had new Easter experience, searching for fancy eggs on snowy grass.

I personally keep expecting whenever snow falling, that's gonna be last snow day. One day last week, I was on the busy to downtown, I overheard teens sitting next to me. They sounded full of complaints. I was giggling and a bit surprise too as they are Canadian born so they should be okay coping with "funny" weather. Of course not like me coming from other part of the world.

Enough complaining about weather!! we am as a passenger of this so-called the wonderful earth, we need to be ready to live in no matter happens in climate whether is gonna change or whether becoming warmer, or cooler we got to deal with it. Anyway, what we got now is consequence of what we have done in this world.. you can name it what is all about, mostly become hot political agenda for all those guys who sit in the government of all countries around the world.

Talking about government, April is taxing month. Great, we completed the tax report. This year we spent a bit of money to ask tax expert for calculating the tax refund as this year just a bit more complicated with presence of Rafee, and other things. What the expert found .. we will get less tax refund!! My husband was surprised, then he raised many whys to the expert. In fact we can't really claimed expense on Dependant.. but he gave some legal tricks if we wanna get some more refund tax.. we need to run home business. The point is we will pay less tax on our business income as we spend some of the income for paying the electricity, phone bills or can insurance (in case we need vehicle to run the business). Basically everything that used to run the business, though in fact we use it as well for daily life. It's very tricky, but many people here apply it otherwise you will feel so so bad after you money is gone being sucked by the govt. Services what we got here sometimes still is far below of most people expect here. Like, we still need to pay ticket for public transport, we still need to pay if you wanna go to university (not like in most European countries). The govt still misuse the money for political program like sending troops to Afghanistan. Anyway, part of the legal trick, my husband is planning to run small consultancy at home for project management, quality management as part of his expertise etc. Let's see...

Part from that tricky tax, I think this week I am ready to sow vegetable seeds I brought from Jakarta . It's been long I don't do gardening since I moved here. We just can't wait to harvest vegetables from own garden for the dinner..